285view

Tak Jemu Menuntut Ilmu, Jitu Raih Insan Bermutu

Tak Jemu Menuntut Ilmu, Jitu Raih Insan Bermutu

Patrang (1/4/2019), Ustadz Sya’roni membuka mauidhotul hasanahnya pada Kajian Agama Islam Kampus 1 dengan mengisahkan secuplik fragmen kehidupan Imam Syafií, seorang ulama besar nan mahsyur itu. Beliau dikisahkan sedang merasakan ada yang aneh, merasa sulit menghafal ilmu akhir-akhir ini, sebagaimana diketahui saat ia usia 7 tahun beliau sudah hafal al Quran. Suatu waktu menyampaikan kerisauan lemahnya hafalan atau kualitas hafalannya berkurang kepada Imam Waki’, gurunya melalui bait syair. Imam Waki’ menunjukkan kepadanya untuk meninggalkan maksiat. Sang guru memberitahukan padanya bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.

Ustadz syaroni, melanjutkan ceritanya, dengan pertanyaan retorika mengapa hafalan beliau bisa terganggu? Alkisah Imam Syafi’i pun merenung, ia merenungkan keadaan dirinya, “Apa yah dosa yang kira-kira telah kuperbuat?” Beliau pun teringat bahwa pernah suatu saat beliau melihat seorang wanita tanpa sengaja yang sedang menaiki kendaraannya, lantas tersingkap betis kakinya. Spontan setelah itu beliau memalingkan wajahnya. Lantas keluarlah sya’ir yang beliau sampaikan ke Imam Waki’ yang dengan baik dilanggamkan oleh ustadz Sya’roni. Beliau menambahkan, Inilah tanda waro’ dari Imam Asy Syafi’i, yaitu kehati-hatian beliau dari maksiat. Beliau melihat kaki wanita yang tidak halal baginya, lantas beliau menyebut dirinya bermaksiat. Sehingga ia lupa terhadap apa yang telah ia hafalkan.

Ilmu Laksana Cahaya Yang Menuntun Pemiliknya Kepada Sang Pencipta.

Beliau mengambil iktibar sebagaimana ulama-ulama terdahulu menyampaikan bahwa Ilmu itu ibarat nur (cahaya), yaitu nur Allah yang tidak akan diberikan kepada orang-orang yang bermaksiat. Beliau, memulai fasal dalam ceramahnya kali ini dengan menyampaikan bahwa belajar ilmu atau tholabul ilmi itu wajib. Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan, ungkapnya menegaskan. Dalam paparannya yang santai beliau mengungkapkan bahwa Ilmu itu sendiri dibedakan menjadi dua yaitu ilmu wajib ain dan wajib kifaiiyah. Hal ini didasari dari keterangan yang terdapat pada suatu kitab yang terkenal yaitu kitab ta’lim mutaállim karya Syekh Az Zarnuji, kitab yang biasanya diajarkan kepada santri baru.

Menantu Nabi SAW, Ali Bin Abi Tholib RA dalam suatu syiírnya menyampaikan beberapa perkara terkait ikhtiar menuntut ilmu. Yang pertama, dzakaaun atau kecerdasan. kecerdasan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu kecerdasan anugerah dari Allah SWT berupa kemudahan dalam memahami dan menghafal pelajaran atau yang diperoleh dari orang lain. Kedua Kecerdasan yang di dapat dengan usaha yang keras dengan rajin belajar dan giat menghafal. Beliau mencontohkan konsumsi makanan apa saja yang baik untuk meningkatkan kecerdasan, misalnya konsumsi madu. Kedua, Sabar dalam menuntut ilmu dibutuhkan kesabaran, sabar dalam belajar, sabar dalam diuji, sabar dalam segala hal yang kita alami dalam proses menuntut ilmu, hidup ini adalah ujian pasti Allah akan uji kesungguhan kita dalam menuntut ilmu. jikalau kita lolos dalam menjalaninya maka kita akan dinaikan tingkat kita dari yang sebelumnya.

Ketiga, Hirsun yaitu ketamakan dalam ilmu ini artinya ketidakpuasan untuk terus belajar, semakin dia banyak belajar semakin dia merasa bodoh karena ingin banyak mengetahui banyak hal lagi, tidak bosan dalam mencari ilmu, bersungguh – sungguh ketika belajar, ini orang yang disebut dengan tamak terhadap ilmu. Keempat, Semangat menuntut ilmu mulai dari buaian ibu sampai mati. Kelima, Biaya tidak ada orang yang bisa menuntut ilmu tampa adanya biaya, seperti yang para ulama – ulama terdahulu lakukan mereka memakai biaya yang banyak untuk melakukan perjalan yang jauh bahkan perpindah dari satu negeri ke negeri yang lain demi menemui guru – guru yang mereka kagumi untuk menuntut ilmu.

Melengkapi pembahasan, sang ustadz menguraikan beberapa makanan atau hal-hal yang dapat menghilangkan kemampuan hafalan Dan beberapa makanan dan hal-hal yang dapat meningkatkan kekuatan hafalan.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook