204view

Polkesma Menatap Industri 4.0

Polkesma Menatap Industri 4.0

 

Menyambut Awal Tahun untuk MOJ.

(Patrang,18/01), sivitas akademik MOJ mendapat kunjungan hangat dari Direktur Polkesma, Budi Susatia, S.Kp., M.Kes  sebagai rangkaian roadshow pembinaan sekaligus menyambut awal tahun 2019 dan evaluasi kinerja institusi tahun 2018. Turut dalam rombongan, hadir Wadir bidang Akademik, Dr. Moh Wildan, A.Per.Pen., M.Pd, dimana rombongan kehormatan tersebut disambut antusias segenap dosen dan tenaga kependidikan, pimpinan Sugijati, S.ST, M.Kes, selaku Kaprodi Kebidanan Jember.

Mengawali sambutannya, Direktur yang terpilih dua periode tersebut sekilas menyampaikan gambaran umum kinerja institusi 2018 baik capaian kinerja, prestasi, kekurangan-kekurangan serta tantangan-tantangan Polkesma kedepan. Capaian kinerja tersebut dibuktikan dalam beberapa indikator penting, yaitu indeks kinerja Direktur yang telah berpredikat memuaskan, bahkan telah melebihi target yang ditetapkan. Sebagai contoh, kinerja pengelolaan keuangan, Polkesma berkriteria sangat baik, hal ini ditunjukkan dalam indikator-indikator yang telah ditetpakan baik dari Badan PPSDM Kementerian kesehatan RI dan DJA Kementerian Keuangan RI, a.l realisasi kinerja keuangan mencapai 56,4% atau 6% lebih tinggi dari target, yaitu 50%, selanjutnya hal yang paling prestisius adalah raihan pendapatan yang mencapai 115% dari target realisasi pendapatan PNBP awal. Sehingga wajar, ditahun yang sama, prestasi almamater kesehatan ini di bidang keuangan telah mendapatkan status WTP dari BPK, dan juga placard penghargaan apresiasi dari KPPN Wilayah Malang atas kinerja terbaik keuangan selama kurun waktu 2018.

Dalam sisi, pengembangan sumberdaya manusia, pelan tapi pasti target polkesma untuk memiliki dosen berkualifikasi doktor telah meningkat dari tahun ketahun, dan melebihi target yang telah ditetapkan, bahkan beberapa dosen diantaranya di tahun mendatang, akan mendapatkan doktoralnya dari Universitas St. Paul University of Philipines, mitra kerjasama luar negeri Polkesma, sementara Direktur senantiasa mendorong dosen dan karyawannya untuk mengembangkan pendidikannya baik di dalam maupun di luar negeri.

Senada dengan capaian bidang keuangan dan sumberdaya manusia, sebagai unsur utama, tim Dosen Polkesma juga menorehkan prestasi-prestasinya. Prestasi dosen bisa terlihat dari animo mengurus dan mendapatkan HAKI dari Kementerian Hukum dan HAM yang meroket, dari 20 yang direncanakan telah realisasi sejumlah 69 dosen. Lebih lanjut, penelitian dosen senantiasa didukung step up untuk melakukan publikasi internasionalnya.

Kampus Trenggalek dan Ponorogo

Apa yang telah diperoleh Polkesma selama 2018 terasa menjadi istimewa dan lengkap  tatkala ditahun yang sama, institusi tercinta ini, semakin mendapat tempat kepercayaan yang kokoh di masyarakat dan menerima keluarga baru yaitu bergabungnya kampus V Trenggalek (dh. Akper Trenggalek) dan Kampus VI Ponorogo (dh. Akper Ponorogo) menjadi bagian dari keluarga besar Polkesma. Untuk itu, mengemban amanah kepercayaan publik yang meningkat ini, secara khusus direncanakan MOJ akan mengembangkan desa binaan sebagai wujud Tri Dharma Pendidikan di wilayah Jember, sekaligus melengkapi 4 desa binaan yang telah ada sebelumnya di wilayah Malang Raya. Terlebih sebagai wujud kepedulian sosial yaitu target penerimaan mahasiswa dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah Polkesma telah mencapai target, 5% menjadi 5,8% dan akan terus ditingkatkan, meskipun diatara poltekkes kementerian yang lain masih ada kesulitan mencapai angka ini.

Meskipun telah membukukan catatan -catatan pencapaian optimal di beberapa bidang penting, untuk serapan anggaran institusi masih dinilai lebih kecil dari periode sebelumnya dikarenakan beberapa program pengadaan lahan untuk pengembangan kampus, masih blum berhasil tuntas pada tahun ini.

Selesai menyampaikan gambaran umum kinerja yang telah dijalani 2018, tibalah bapak direktur menyampaikan sambutan awal tahun 2019 termasuk peluang dan tantangan institusi kedepan. Menggunakan slide materi yang telah dipersiapkan, bapak direktur mengkampanyekan perkembangan teknologi khususnya revolusi industri 4.0 dalam kaitannya bidang pendidikan di institusi Kementerian Kesehatan. Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa digital itu bukan media penyimpanan atau teknologi, format dsb melainkan polapikir, culture set, skill dan behavior of digital age. Beliau mendiskripiskan tranfsormasi pergesaran dari pola-pola tradisional menjadi pola digital, lalu mencontohkan bahwa dahulu penuh paper, sekarang paperless dan dapat diakses dari manasaja, oleh karena itu, pimpinan tertinggi Polkesma itu menekankan agar warga sivitas akademik harus mempersiapkan diri dan beradaptasi. Memerlukan polapikir atau mindset yang tepat. Khususnya, mengenali tipe dan karakter khas generasi milenial sehingga pembelajaran perkuliahan bisa lebih efektif dan efisien dengan pendekatan dan metode yang tepat.

Polkesma 4.0 : Transformasi menuju Eco Leadership.

Sebagaimana hal inilah yang akan digagas dan dibangun sebuah kultur set pola pikir digital dengan rencana penerapanan manajemen poltekkes 4.0, dimana pak Direktur menyampaikan pergersaran pola-pola kepemimpinan yang kebih efektif yaitu dari Ego Leadership menuju Eco Leadership, untuk merespon tantangan-tantangan global di era digital ini. Dalam suatu petikan yang tertulis dalam slide yang dipaparkan “It is not the strongest species that survive, nor the most intelligent, but the one most adaptable to changes”.

Event pembinaan, diakhiri tanya jawab untuk merespon perkembangan dan tantangan serta peluang MOJ dalam mengarungi tahun 2019.

Foto : by Ponaji

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook