239view

Gelora Semangat Menyengat, Meski Ujian Dobel Muat Ditengah Kegiatan Yang Padat

Gelora Semangat Menyengat, Meski Ujian Dobel Muat Ditengah Kegiatan Yang Padat

Kampus MOJ sungguh bangga dengan gelora semangat dan energi yang dimiliki mahasiswa senior D-IV Kebidanan kali ini, bagaimana tidak, ditengah kepadatan agenda Praktik Komunitas di Kelurahan Banjarsengon, mereka juga terjadwal secara marathon dua agenda penting lainnya persis pada awal maret 2019 ini. Mahasiswa Tk.IV tersebut wajib mengikuti Tryout Uji Kompetensi Bidan Indonesia (UKBI) pada pagi harinya dan uji kompetensi pra-praktik klinik di RSD dr. Soetomo, Surabaya pada siang harinya.

Tak ayal terbayang gambaran kerepotan, perjuangan dan pengorbanan waktu serta tenaga para mahasiswi bidan tersebut hari itu, dimana mereka harus teruji dalam menunjukkan kebolehan pengetahuan teori dan kepiawaian keterampilan kebidanan dalam beberapa sasaran skill uji yang telah ditetapkan. Meski begitu, senyum simpul calon bidan teladan masa depan tersebut senantiasa menghiasi langkah derap perjuangan mereka dan ini menjadi nilai kebanggaan tersendiri bagi segenap sivitas akademik.

Momen Mahasiswa DIV Kebidanan Tk.IV Ikuti Trayout UKBI

Tryout Uji Kompetensi Bidan Indonesia

Mengawali agenda penting yang pertama, tryout Uji Kompetensi Bidan Indonesia (UKBI), atau yang lebih familiar dengan istilah UKOM sejumlah limapuluh satu mahasiswa terdaftar telah bersiap berlatih simulasi UKOM yang mengambil tempat di Aula Prodi Kebidanan Jember. Gelaran UKBI tersendiri diselenggarakan secara nasional dalam rangka penjaminan mutu dan standardisasi kompentensi lulusan pendidikan Kebidanan. Meski ditengah-tengah progress praktik komunitas di wilayah pinggir kota, sekitar 10 km dari kampus, Koordinator Akademik, Dian Abby S.ST., M.Keb berharap para peserta tetap semangat dan percaya diri sehingga mampu mengerjakan seluruh soal-soal yang diujikan dengan baik dan tuntas.

Salah Satu Sudut, perspektif Peserta Tryout

UJI Kompetensi Pra-Praktik Klinik dr. Soetomo

Berlokasi di Gedung Laboratorium Lt. 2, sebagai agenda penting kedua, pada stase-stase uji yang telah disiapkan, para mahasiswa wajib menyimulasikan keterampilan asuhan kebidanan dihadapan Bu. Tri, Bu. Rossi, dan Pak. Budi, panggilan akrab TIM Penguji dari instansi Dr. Soetomo. Pada setiap stase menyajikan pengujian keterampilan secara komprehensif untuk mengukur asuhan kebidanan tertentu Ante Natal Care (ANC), Post Natal Care (PNC), Intra Natal Care (INC), dan Keterampilan Dasar Kebidanan (KDK). Pantauan penulis, secara keseluruhan, kegiatan UKOM berjalan lancar dan khidmat, terlihat dari sisi luar ruangan tampak para peserta uji cekatan dalam memperagakan keterampilan uji yang diminta dan responsive terhadap sejumlah pertanyaan dua arah dari penguji.

Simulasi Keterampilan Asuhan Kebidanan yang diujikan pada salah satu Stase Uji

Praktik Klinis Kebidanan Mengasah Calon Bidan Teladan.

Kaprodi Kebidanan Jember, Sugijati, S.ST, M.Kes, yang turut hadir mendampingi serangkain prosesi UKOM  bersama Ariefa Quinta S.ST, berharap pada kegiatan UKOM Pra-Praktik klinik ini, seluruh calon praktikan mampu unjuk kebolehan keterampilan kebidanan yang diujikan dengan mantap, hal ini realistis karena mereka telah memperoleh ketuntasan praktik dan teori yang komprehensif semasa perkuliahan.

(Dari kiri) Ariefa Quinta, Dian Abby, Dwipa Tirsa, Fheni Rahmadani, Sugijati (Kaprodi), Yuniasih Purwaningrum

Senyum simpul, berakhir mantul

Usaha Berbanding Lurus Dengan Hasil

Tim Penguji (2 kiri), Kaprodi, danTim Dosen MOJ

Dalam sambutan sekaligus pengumuman hasil UKOM, oleh TIM Penguji disampaikan secara definitif bahwa keseluruhan mahasiswa uji dinyatakan lulus menyakinkan dan karenanya mereka berhak melakukan Praktik Klinik di RS Tipe A terbesar di Jawa Timur tersebut. Sontak, pekik Alhamdulillah dan ekspresi syukur terlukiskan disetiap wajah-wajah calon bidan muda tersebut.

Kelulusan 100% tersebut adalah wujud nyata pencapaian optimal atas ikhtiar dan sinergi mahasiswa dengan semua pihak. Dalam nasihatnya, Kaprodi MOJ, menekankan pada adik-adik praktikan kelak wajib memiliki percaya diri sebagai bekal dalam pelaksanaan praktik dan menaati segala prosedur dan tata aturan yang tersedia di lahan, sambil memanfaatkan kesempatan berharga tersebut untuk pro aktif terlibat dalam diskusi-diskusi antara mahasiswa dan pembimbing praktik serta para praktisi lainnya sebagai upaya menimba ilmu sebanyak-banyaknya.

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook